Rabu, 12 Juni 2013

PLUTO SI MANTAN PLANET (cerita mini)

CERPEN  itu memang cerita pendek, dibawah ini ada sedikit cerita yang kalau dikatakan cerpen sangat pendek, kalau dikatakan cerbung tidak bersambung, kalau dikatakan novel apalagi bukan. lalu saya menyebut cerpen yang lebih sedikit dari cerpen asli ini menjadi cerita mini, kenapa mini karena tidak lebih dari 100 kata, ada ya yang seperti ini, ada tentu ada. ini buktinya.

Jika dapat digambarkan rasa sakit itu, Pluto paling tahu rasanya, setiap hari Pluto menangis mengenang masa-masa kebersamaannya dengan teman-temannya sesama planet. Setelah orang-orang pintar itu mengatakan Pluto bukan lagi planet dalam tatasurya, Pluto sungguh sangat sakit hati. Pluto merasa dulu ia disanjung, diberi nama bahkan dimasukan kedalam urutan planet terdekat dari matahari meskipun itu urutan kesepuluh. Tapi sekarang mereka membuangnya begitu saja.
“Mereka kejam” ucap Pluto yang sedang curhat kepada Bumi ketika Bumi mengunjunginya. Bumi paling tahu perasaan Pluto meskipun lintasan mereka tidak dekat, tapi dalam lingkup tatasurya mereka dapat saling berbagi.
 “Tenanglah Pluto, biar saja mereka mengatakan apa, Tuhanlah yang menciptakanmu, Ia yang tahu yang terbaik untukmu, dan bagiku kau tetap saudaraku, aku dan teman-teman sesama planet pun sangat merindukanmu”

Pluto sangat terharu dengan ucapan Bumi, ia dan Bumi pun saling berpelukan mengurai kerinduan mereka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar